Larangan Tas Plastik
January 12, 2008
Australia ‘Akan Larang’ Tas Plastik
Tas plastik menimbulkan masalah lingkungan di banyak negara. Menteri lingkungan Australia Peter Garrett, mengatakan pemerintahnya berniat melarang toko-toko menyediakan tas plastik gratis, pada akhir tahun ini. Pemerintah partai Buruh yang baru terpilih sedang melakukan konsultasi mengenai kemungkinan memberlakukan pajak terhadap atas tas plastik atau melarangnya sama sekali. Garrett mengatakan, dia akan bertemu dengan para pemimpin tingkat negara bagian untuk membahas rencana ini bulan April, dengan harapan menerapkan ketentuan baru paling lambat akhir tahun 2008. “Ada sekitar empat miliar tas plastik terapung-apung, memenuhi tempat penampungan sampah, dan akhirnya mempengaruhi hidupan liar kita, dan muncul di pantai kita, selagi kita berlibur,” katanya. Sebelumnya pekan ini, Cina mengumumkan larangan terhadap penyediaan tas plastik gratis yang akan mulai berlaku bulan Juni. Hari Rabu, pemerintah kota New York, Amerika Serikat meloloskan RUU yang mengharuskan toko besar menyediakan kotak daur ulang untuk tas plastik. Beberapa kota lain di Amerika, termasuk San Francisco, telah melarang tas plastik dari toserba. Sementara itu, di Irlandia, menurut UU yang diloloskan pada tahun 2002, pembelanja dikutip untuk setiap tas plastik yang mereka gunakan.
credits BBCIndonesia.com
Bisa didenda
Setiap hari warga di Cina menggunakan lebih dari 2 miliar tas plastik.Untuk memproduksi tas plastik sebanyak itu diperlukan hampir 40 juta barel minyak. Prakarsa ini membuat Cina mengikuti jejak Perancis, Irlandia, dan Afrika Selatan, yang mencoba mengatasi berbagai masalah yang disebabkan oleh sampah dari tas plastik, seperti saluran air yang tersumbat dan kematian satwa-satwa liar. Toko yang melanggar ketentuan baru ini bisa didenda atau barang dagangan mereka disita, kata pernyataan Dewan Negara. Dewan Negara juga menyerukan upaya daur ulang yang lebih dari para pengumpul limbah, dan menganjurkan otorita keuangan agar mempertimbangkan pajak yang lebih tinggi atas produksi dan penjulan tas plastik. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pesat Cina memicu kekhawatiran soal polusi dan penggunaan sumber dayanya. Namun, para wartawan mengatakan, semakin kuat kesadaran bahwa lebih banyak hal yang perlu dilakukan untuk melindungi lingkungan.
credits BBCIndonesia.com
berita serupa dari Hidayatullah.com_>>
Hehee, wondering … Indonesia kapan nehh???
disini , masi banyak pengusaha plastik recycle.
agak susah juga
tapi gak ada yang namanya gak bisa, walopun susah
btw, ‘import’ ke jakarta gak tuh tas?
kalo iya, dimana?
he he .. senangnya banyak yang support
)
tapi kami belom ^import tuh mas snydez …
yahh … di jogja aja ~gerilyanya masi susyyeeehh XD
doakan sajaa … semoga dilancarkan jalannya .. apalagi isu2 pemanasan global juga lagi marak tuh,,
amien amienn ..;)))
entar kita hubungi deuh …;)
boleh aja… tuh snydez… kalo acaranya lancar mungkin bisa lah ya disisain buat diekpor2 getoh…
asal ada alamat dan laporan setelahnya…
kapan nih Indonesia ? Kok jadi pengekor terus, kecuali korupsi dan kekerasan.
btw melalui blog yang mencerahkan ini aku minta izin menitipkan pesan :
Hutan alam Tele di Kabupaten Samosir,Sumatera Utara, sejak dua hari lalu sudah mulai ditebang dengan gergaji mesin. Targetnya hutan heterogen seluas 2.250 hektar akan dipangkas bersih untuk dijadikan lahan perkebunan bunga. Investornya dari Korea.
Dengan ini kami, Komunitas TobaDream mohon dukungan kawan-kawan sesama blogger Indonesia untuk bersama-sama memberi tekanan; agar pembabatan hutan pusaka itu dihentikan. Caranya, berilah komentar dukunganmu pada artikel di :
http://ayomerdeka.wordpress.com/
Terima kasih!
Leave a Repl
waahhh…diindonesia kapan ya bisa kyak gtu….
oiya sya sering ngunjungin website ini…hmmm saya maw tau lebih banyak tentang lingkungan donk….
wah harus dikembangin tuh….
jangan hanya dilaksanain d beberapa negara ja….
klo bisa seluruh negara nerapin tuh….
tp indonesia kapan ya….
ayo dunk pemerintah bikin peraturan yang bisa mencegah tambah rusaknya lingkungan…..
SAVE OUR EARTH AND STOP GLOBAL WARMING….
hmmm…sambil menunggu pemerintah kita sadar:), kita bisa mulai mengganti tas kresek dengan recycle bag dari koran bekas yang bisa kita bikin sendiri.
kayak video dari temen2 wwf indonesia ini nih: